Ujung Genteng

img_8403-small.jpg

Perjalanan menuju Ujung Genteng kami mulai pukul 14.00 WIB. Sesaat setelah makan siang usai. Awalnya perjalanan kami akan melalui Cidadap yang kurang lebih berjarak 1 km dari Pelabuhan Ratu. Namun karena kekurangyakinan kami, kamipun terbawa saran seseorang yang hanya ingin memanfaatkan kami. Lalu pergilah kami ke Ujung Genteng melalui Cikembar yang notabene adalah jalan memutar. Disini, mood kami mulai kacau, dikacaukan jalanan berliuk menanjak menurun dan berlubang. Kami serasa di hokum. Perjalanannya yang awalnya kami estimasi sekitar 3 jam dari Ubrug menjadi 6 jam. However, adventure it’s not about destination but the journey within. Perjalanan panjang dan menyiksa pun tak lagi kami keluhkan.

Perjalanan kami menuju ke Ujung Genteng melewati beberapa daerah antara lain : Cikembar, Ciarauy, Jampang Wetan, Jampang kulon, Surade. Rute yang tak akan pernah aku sarankan bagi mereka yang langsung dari Jakarta. Mungkin dari Sukabumi ruti ini lebih singkat. Namun perlu diperhitungkan pula jalan yang berlobang.

Perjalanan dari Surade ke Ujung Genteng cukup mulus, memasuki gerbang masuk kawasan wisata Ujung Genteng, kamipun harus membayar retribusi. Malam itu suasana jalanan ramai dipenuhi anak-anak muda bersepeda motor menuju pantai. Rupanya sedari pagi, festival nelayan sedang berlangsung, dan malam itu penduduk sedang disuguhi tontonan rakyat di atas panggung di pasar Ujung Genteng.

Perjalanan kami malam itu benar-benar penuh tantangan, mobil yang kami tumpangi terjebak di lumpur gara-gara kami ingin mencari short cut ke Pondok Hexa tempat kami menginap. Namun semuanya terobati setelah mencium bau laut dan sesaat setelahnya kami mendapati pondokan tempat kami menginap yang sangat representatif. Makan malam sea food yang telah kami pesanpun, siap di meja tatkala kami datang.

Sebelum sowan ke Penyu Hijau, perut kami isi. Ini penting bagi mereka yang doyan sekali makan telor penyu. Aku kuatir mereka menjadi ganas tatkala menemukan telor disela-sela pasir pantai. Hey shave turtles man ! 😉

Perjalanan dari Pondok Hexa ke pondokan penyu tidak semulus dugaanku. Kami menyusuri pantai selatan ke arah Pangumbahan. Dengan alasan tak ingin tersesat, kami menyewa satu ojeg. Biasanya untuk satu penumpang mereka mengenakan tariff 30 ribu pulang-pergi. Harga ini cukup sepadan dengan perjuangan menuju lokasi. Mobil berjalan lambat dibelakang ojeg yang menuntun arah kami. Sesekali kami melewati hulu sungai yang tak begitu dalam. Area yang berlumpur membuat perjalanan kami tidak mudah. Serasa naik mobil 4-wheel drive. Dan untuk kedua kalinya mobil terjebak di dalam lumpur.

Setelah membayar tiket masuk 5 rb per orang, kami menelusuri pantai dengan ditemani seorang guide. Namun pengorbanan kamipun tidak sia-sia, setelah berjalan beberapa meter ke arah barat, onggokan besarpun nampak. Senter segera kami arahkan ke mahluk besar yang usianya bisa jadi melebihi tiga kali usiaku. Dia tampak tak terusik, dan berkali-kali menggerakkan tanggannya dengan maksud untuk menutupi telor-telornya – yang tak lagi berada disana karena alasan konservasi – dengan pasir guna menghindarkannya dari para pemangsa. Tiba-tiba aku merasa sedih.

Sesaat kemudian Pak Guide mengetok-ngetok punggung penyu dengan kayu dan menyuruhnya utnuk kembali ke laut. Salah seorang teman kami sangat sedih dan terluka … kekasihnya harus pergi. Tak hanya dia, kamipun ikut mengantarkan penyu ini hingga menghilang, tertelan ombak laut selatan. Satu siklus hidup pun dimulai lagi.

10 thoughts on “Ujung Genteng”

  1. Hai Novi, interest banget baca cerita kamu. Aku dan teman2 mo kesana Maret ini….hhhmm menurutku ini cukup jauh…jadi tolong dishare ya angkutan umum yang tercepat dari Jakarta dan biaya selama perjalanan itu detailnya berapa dan bagaimana…he..he…soalnya sebagai EO aku responsible untuk mencari alternatif terbaik dan termurah…thanks

  2. HI………..
    gw juga pernah ke ujung genteng ma tmn2 gw,,emang sich jauh bgtTT…tp ada pengalaman menarik loch…gw mau ngsh tau buat yg mau jalan2 ke sana,,jgn ngomong sembarangan(SOMPRAL)ati2 dech…..

  3. gw pernah kesana.. dan perjalanannya emg ga mulus, sampe hampir ilang sabar gw.. namun smua keletihan gw hilang dan terbayar saat pantai itu ada d hdpan w. it’s amazing. bner2 indah bgt!!

  4. Hi, gw juga ada rencana kesana bulan ini. bahaya ga kalo jalan malem?rencananya gw mau berangkat jam 11 malem dr jakarta.

  5. Novi, indah sekali cerita kamu sampai aku terbawa menikmati indahnya perjalanan UG….hmmm…ujung genteng..emang tempat yang sangat indah dan menantang..gw pernah kesana sekali, klo ksn sebaiknya persiapkan dengan matang rencana dan kendaraan yg kita bawa harus dalam keadaan fit karena susah nyari benkel klo ada masalah di tengah hutan..shave the turtle?? it should be save the turtle eggs..aku suka telor penyu karena bisa meningkatkan stamina, rasanya agak asin gitu trus putihnya msh ttp cair meski kita udah merebusnya…
    pantai dimana tmpt penyu bertelur sangat luas dan datar memiliki pasir yang tebal dan agak kasar..biasanya harus nungguin ber jam-jam untuk menemukan penyu bertelor, karena ujung genting bukan pulau galapagos yg dimana-mana terdapat penyu..jadi jangan kecewa kalau semalaman udah nungguin tetapi ga sempat liat penyu bertelor juga, tp jangan kuatir selama sea world msh buka kalian jg masih bisa liat penyu..
    tips2 buat elo yg mo ke UG, selain mobil harus fit, juga siapkan fisik harus fit jg karena banyak bgt tmpt2 yang indah yg wajib dikunjungi salah satunya curuk cikaso yang mempunyai 2 macam warna air, bener2 tempat yang eksotik. meski begitu perlu juga pertimbangkan untk menjajaki pulau belitung yang masih alami…dengan batu2 yang besar yang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang tau bagaimana asal-usul batu-batu tersebut..dijamin memory digicam 100GB pun akan kurang..dan jangan lupa jg bawa asisten khusus pembawa tripod.

  6. wew,,, jeng Novi, seru bgt ceritanya, jd pny niatan ke UG.. tp ga tw jalan T_T. bs di share angkutan umum yang tercepat dari Jakarta dan biaya2 (termasuk penginapan) selama perjalanan itu detailnya berapa???
    Makasih ya Jeung….

  7. Hi,
    Beberapa hr yg lalu saya cb pergi ke UG.pasang ukuran kilometer dimobil mulai masuk tol jkt arah ciawi. Sampai UG jarak tempuh kurang lbh 230km.info aja kl ada yg mau brkt ke UG via ciawi mending jgn brkt sore hari,krn pengalaman sy brkt dr jkt jam 2 siang,kluar tol ciawi kearah sukabumi trus plabuhan ratu br UG saya tiba pukul 12.30 lewat tengah malam..berarti lbh dr 10 jam sy diperjalann,krn mmmmuuuaaaccceeetttt total mulai kluar ciawi sampai beberapa km jalan masuk ke plabuhan ratu. Pas cape pas dpt hotel yg kurang baik kebersihannya dan lainnya,walau harus membayar lbh dr 400rb.view nya cakep,to kondisi jalan bs dibilang hrs jeli melihat banyak ranjau jalan berlubang. Siapin obat anti mabuk perjalanan buat penumpang krn jalan melebihi rute puncak yg banyak tikungan tajam dan berbelak belok.pom bensin sdh tersedia banyak,hanya siapkn bawa uang cash banyak2,didaerah sini jarang hotel atau tmpt makan yg menyediakn jasa Debit card atau credit card,atm jg jauh itu pun cma ada. BRI dan BTN..selamat jalan jalan.oiya..satu lg info,bt yg mau jalan ke UG,lbh baik lewat jalur puncak lurrruuussss aja lwatin cipanas,cianjur cr arah sukabumi,br dh cr arah plabuhan ratu,jalannya sdkt muter tp dijamin ga macet spt lwat ciawi.

  8. salam kenal,..
    pantai ujung genteng memang wajib untuk anda kunjungi.. dan bila anda mencari hotel atau penginapan.. hubungi kami
    kami menawarkan harga untuk menginap di hotel kami harga dari mulai 600rb 2 kamar tidur, livingroom, branda, wash room, dan breakfast.., kapasitas8 orang.
    untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi

    http://www.turtlebeachesresort.com
    atau hub 085860555177

    thanks

Leave a Reply to sandra Cancel reply

Your email address will not be published.