Archive for the 'Life' Category


For you who bring me new tomorrows

Thursday, December 2nd, 2010

This song is about a bride,who’s walking down the isle. She remembers the past but has stories for futures. The song was originally performed by Lea Salonga who happens to be one of my favorite singers.

If I were to live a hundred years, I would sing the song which I planned to sing for him exactly a year ago at the church, just the same a hundred years from now, word for word.

Two Words (I do)                     by Lea Salonga

In a while, in a word,
Every moment now returns.
For a while, seen or heard,
How each memory softly burns.
Facing you who brings me new tomorrows,
I thank God for yesterdays,
How they led me to this very hour,
How they led me to this place…

Every touch, every smile,
You have given me in care.
Keep in heart, always I’ll,
Now be treasuring everywhere.
And if life should come to just one question,
Do I hold this moment true?
No trace of sadness,
Always with gladness…
‘I DO…’

Now a song that speaks of now and ever,
Beckons me to someone new,
Unexpected, unexplored, unseen,
Filled with promise coming through.

In a while, in a word,
You and I forever change,
Love so clear, never blurred,
Has me feeling wondrous, strange,
And if life should come to just one question,
Do I face each moment true?
No trace of sadness, always with gladness,
‘I DO…’

Never with sadness…
Always with gladness…
‘I…DO….’

Just gonna stand there, and watch me burn …

Monday, October 11th, 2010

“Hey, so sad”, kataku.

“Iya, Just gonna stand there, and hear me cry …” .

Sepenggal pembicaraan kami, menanggapi sebuah lagu yang dengan sengaja dia drop di accountku.  Aku lalu menelisik ke tiap bait, “ Just gonna stand there, and watch me burn. But that’s alright because I like the way it hurts…”.

Diam, pasrah menjadi obyek permainan alam, hingga waktu menjadi penentu saat saat kita hancur. Sounds insane. Tapi tak kupungkiri, akupun pernah melalui masa ini, dengan ritme yang sangat lambat. How painful it was. Beruntung, seorang malaikat mengangkatku :)

Entah mengapa, pikiranku tiba-tiba melayang pada sosok cantik yang pernah ada menghiasi langit malam beberapa ratus tahun yang lalu. Tycho’s Star. Bintang dengan pijar menawan, meskipun hanya untuk sesaat.

Pada tanggal 11 November 1572, Cassiopeia mendadak menjadi pusat perhatian. Tycho Brahe seorang astronom Denmark, tiba-tiba menemukan sebuah obyek terang kala berkontemplasi menengadah ke atas langit malam. Obyek yang tiba-tiba muncul di sekitaran Cassiopeia ini tampak sangat terang. This star was more brilliant than Venus and could even be seen in daylight. Bayangkan Venus, benda langit yang paling terang dengan apparent magnitudes -3 pun, tampak kalah pamor. Tentu jangan membandingkan benda ini dengan bulan apalagi matahari.  Jaraknya yang sepuluh ribu tahun cahaya, tentu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan sang surya yang massive.

Namun, apa yang awalnya diduga sebagai sebuah bintang, ternyata adalah sebuah proses bunuh diri, penghancuran diri sendiri. A Supernova. What Tycho saw in Cassiopeia was the violent and almost totally self destructive death of a massive star.

Kemunculan bintang ini di tahun 1572 ternyata hanya sesaat. Beberapa bulan kemudian bintang ini mengecil, mengubah warnanya yang putih menjadi kuning kemerahan. Semakin mengecil dan semakin tak kasat mata, lalu lenyap. Tycho’s Star, hancur perlahan dalam delapan belas bulan, melebur dengan alam. Menyisakan debu-debu bintang dilangit kelam. Bersamaan dengan itu, nafaspun tertiup bagi lahirnya bintang-bintang baru.

Perlahan aku kembali pada bait lagu Rihana dan Eminem. Lalu terbersit dalam akal, bahwa sebenarnyalah kita belajar pada alam.

Duhh koq jadi sedih ya …  well… Nanti malam, kala langit cerah, tengoklah ke langit utara. Cari konstelasi kecil yang membentuk symbol W, Cassiopeia. Tak jauh dari situ, Tycho’s star pernah berdiam diri, menanti saat saat penghancuran dirinya sendiri. Bulan ini dan bulan depan, Cassiopeia akan tampak kasat mata. Inilah saat yang tepat untuk mengenang Tycho’s star.

Sarapan Pagi

Friday, August 13th, 2010

Akibat ditinggal suami selama seminggu ini, dan efek ulah mertua yang memaksa mengantarku ke kantor (teramat) pagi hari (gilee, tiap jam 6.30 aku sudah sampai di kantor, barengan dengan CS yang terlebih dahulu membuka pintu), aku terpaksa menyimak berita di koran. Biasanya berita dari online portal sudah cukup bagiku.

Selama seminggu ini pemberitaan di Wall Street Journal dan Financial Times tentang misteri terapresiasinya yen Jepang cukup ramai menghiasi kolom di kedua koran tersebut, disamping ketakutan double dip recession di US yang juga beberapa kali menjadi headlines.

Dari beberapa catatan di koran tersebut, China dicurigai berada dibalik semua permasalahan ini.

Sejumlah analis menyebutkan fenomena ini sebagai sebuah misteri, bagaimana tidak,melihat yield differential saja kenaikan yen secara dramatis ini serasa mimpi. Jepang adalah source of carry trade, secara otomatis yen was forced down for years.

Basic factor lain yang dapat menjadi driver penguatan yen seperti current account surplus juga tidak mendukung. Current account surplus beberapa tahun ini cenderung menurun. Current account surplus sebesar 4.7% pada tahun 2007 diperkirakan turun menjadi sebesar 3.6% tahun ini.

Argumen lain yang menambahkan keanehan fenomena ini adalah faktor economic growth Jepang yang tampak seperti anak kembar  dengan growth di US. Data CEIC menyebutkan forecast GDP year on year tahun 2010 untuk Jepang adalah  sebesar 3.0% sedangkan untuk US sebesar 2.8%. Alhasil, faktor ini bukanlah alasan yang tepat untuk menggambarkan penguatan yen yang cukup dramatis.

Alasan yang tersisa hanyalah deflasi yang semakin memburuk ditambah dengan aksi China dalam memborong Yen. Penguatan secara dramatis ini tentu sangat menguntungkan bagi China dan juga korea sebagai manufaktur produk elektronik dan otomotif. Barang-barang dari Jepang semakin tidak kompetitif.  Apakah ini sengaja diinisiasi oleh China? Entahlah. Setidaknya, andaipun ini benar, aku akan menjadi orang pertama yang mengacungkan jempol untuk strategi China dalam meningkatkan ekspornya. Meskipun terlihat kurang etis, setidaknya ini bisa membuktikan bahwa money can buy anything.

Eniwei ini hanya rumors, dan kebenarannya masih disangsikan. Namun setidaknya, apapun alasan penguatan yen, pemerintah Jepang serasa kebakaran jenggot so that they step up effort to weaken yen.

Kusmi Tea

Wednesday, July 28th, 2010

Setelah vonis untuk mengurangi asupan kopi ke tubuh itu berlaku, keluarga besarmu seolah menjadi safe heaven. Rasa yang light tentunya tak bisa menggantikan kenikmatan kopi dengan cita rata bold dan mantappp. Tapi apa boleh dikata, kesehatanku tentu yang paling utama.

Kamu perlu tau, aku tak mudah berpaling ke jenis teh yang lain. Sebagai penikmat teh melati, aku telah semena-mena menilai rasa teh yang lain. Terus terang teh Oolong kurang berjodoh dengan lidahku. Apalagi teh chamomile yang jelas jelas gagal membuatku relax. Bahkan diantara beberapa merk teh melati yang ada, aku cenderung setia satu atau dua merk saja.

Penampilanmu yang cukup elegan nan menawan, sepintas membuatmu terlihat berkelas. Tapi inilah aku, penikmat teh melati asli dari negeri sendiri. Aku tak goyah hanya dengan silauan mata. Hatiku pun takkan jatuh tanpa menelusup ke dalam cita rasamu.

Lalu pagi menjelang siang itu, aku melewatimu dan lantas mengacuhkanmu. Kamu beruntung, suamiku yang ganteng itu langsung melirikmu. Iya, dia jatuh hati. Semenjak memasuki Galleries Lafayette di lantai 6, matanya telah mengarah kepadamu. Seharusnyalah kau tersanjung. Aku menghampirimu sesaat hanya ketika suamiku bertanya, “Dek, mo nyobain yang rasa apa?” Kamu pasti sudah menduga jawabanku. “Indifferent”. Di duniaku hanya teh melati yang hidup, dan hanya dua merk saja yang menancap tajam di hatiku. Maaf, aku belum mengenalmu. Tapi suamiku yang baik hati tentu takkan sesinis aku. The finest Russia blend, bisik suamiku bangga tatkala meraupmu dari deretan teh di rak itu.

Beberapa hari sesudahnya… demi suamiku, aku menyeduhmu di air panas. Sengaja aku membaca buku petunjuk yang tersedia di dalam kotak kemasanmu yang memang cantik. Kaleng yang membungkusmu saja tampak unik. Tak bisa kupungkiri bahwa suamiku pun langsung jatuh hati.

Hatiku mulai bergetar tatkala sepintas aku melihat sejarah panjangmu. Dari Rusia, lalu London dan berakhir di Paris. Dari tangan seorang bocah bernama Pavel Michailovitch Kousmichoff, yang mulai belajar meramu teh diusianya yang cukup dini, 14 tahun, kamu menjadi teh kelas dunia. Bermula dari warung teh kecil di Sadovaïa Street, Rusia, tempatmu terlahir, reputasimu mulai memuncak. Kala itu tahun menunjukkan angka 1867.

Membaca kisah panjangmu telah menyulutkan gelora jiwaku. Rasa itu kian memuncak tatkala rasamu yang sedikit bold, tapi pleasant dan smooth itu terkecap di lidahku. Akupun jatuh hati.

Land of The Loving

Saturday, June 12th, 2010

Deep in your eyes is a promise
Love can be ours if we want it
Starting tonight ev’ry dream I ever knew
Here in your arms I’m believing
Fin’lly my life has a meaning of its own
Here in the land of loving I am home

I was alone in the city
Searchin’ for someone to find me
cold empty nights and a million strangers’ eyes
Here in your arms I’m beginning
To leave behind all the loneliness I knew
Here in the land of loving there is you

In this simple room magic is made
Though the world seems unchanged
Leave the lights on I’m a little afraid
This might be just one sweet dream

Deep in the night love is growing
Though I had no way of knowing
That when I found you I found ev’rything I need
Here in your love I’ll be staying
Fin’lly my life won’t be living all alone
Here in the land of the loving I am home

I am home

Reaksi Negatif Pasar

Wednesday, May 5th, 2010

Market sesi 1

Pasar bereaksi negatif atas berita itu, Bu. Pada detik aku mengetik kata-kata ini, pasar telah jatuh 3,24%.

Aku berharap para selebritas dadakan itu puas. Tapi kupikir mereka takkan puas, karena Anda bukan the ultimate target. Mereka punya banyak alasan untuk membuat Anda mundur, tapi mereka juga punya beribu kalimat untuk mengomentari kemunduran Anda. Tak ada satu pun hal yang benar di mata mereka. Tapi sudahlah, suatu saat nanti, akan kusampaikan kepada anakku, bahwa ibunya bangga menjadi bagian dari perubahan besar yang Ibu pimpin. Dan satu hal akan aku sampaikan padanya, agar dia hidup berbekal hati nurani. Akan aku tutup telinganya dari ucapan-ucapan politisi busuk yang hanya bisa mengumbar kebohongan di media.

Anda layak mendapat tempat dimana orang-orang mengapresiasi kemampuan Anda Bu. Suatu hari negeri ini akan menyesal kehilangan orang-orang terbaiknya. Ahh kupikir tak harus nanti, saat ini pun sebagian bangsa ini menangis. Politik memang jahat.

"Feeling" analysis

Tuesday, April 20th, 2010

stochastic - tak terdeteksi hati

 

Toh meskipun harga penutupan terakhir secara konsisten sejak pertengahan bulan Februari hingga saat ini menunjukkan trend yang mendekati harga tertinggi, mengindikasikan adanya dorongan beli, tak jua INCO terlepas untuk sekedar merealisasikan gain. Pun jumlah tak bertambah didepan rayuan potensi laba. Momentum itu selalu saja menjauh dari jari-jariku. Bullish sign tak terdeteksi hati. “Feeling” analysis terlalu mendominasi.

Apa jadinya kalau Mamaku join facebook?

Tuesday, February 23rd, 2010

Do you think parents should be banned first-hand? Demikian kira-kira sebuah lontaran kalimat di salah satu facebooker yang segera direspon dengan beragam jawaban.

Salah satu facebooker yang tidak setuju berkomentar, andai yang dimaksud adalah menutup kemungkinan orang tua kita untuk mengakses profile kita, then itu sepenuhnya adalah pilihan kita. Namun apabila yang dimaksud di sini adalah melarang sama sekali orang tua kita untuk join facebook, tentu ini tindakan yang egois.

Salah satu orang tua malah membela diri, “ Parents and Grandparents Unite! All my children added me as a friend, and they also added their grandmother. It’s a great way to stay in touch after they leave for college too. … ”.

Yang lain justru berpedapat “It’s just that I don’t feel comfortable having someone peeking on my profile every once in a while to check what comments I’ve made or what groups I’ve joined.”

Your parents are just being police grammar or simply invade your privacy. Begitu kira-kira pendapat sebagian besar mereka yang setuju untuk melarang orang tua mereka.

Mungkin aku takkan se-ekstrem itu. Selain Papa Mamaku yang gak internet addict, aku sendiri mungkin seminggu bahkan dua minggu sekali login ke facebook sekedar untuk approve teman-teman yang sempat add aku.

Bahkan sebuah website http://myparentsjoinedfacebook.com/ mencantumkan kelucuan-kelucuan yang terjadi kala orang tua mulai ikut-ikutan posting di wall. Lihat percakapan dibawah ini yang kupikir cukup mengocok perut.

4110320282_7e16c891ce_o.jpg

3929623550_c4f746d7da_o.jpg

dsh17zanen8xl616zyvoxtlro1_500.jpg

4307512008_606c4287a9_o.png

3932273556_df526f55b4_o.png

source: http://myparentsjoinedfacebook.com/

Seorang teman juga pernah berkisah tentang mamanya yang tiba-tiba menelpon sambil marah-marah ke adeknya di siang bolong. Alasannya simple, si adek pamitan untuk kuliah, namun sejam berselang, status facebooknya tiba-tiba berubah, mengindikasikan bahwa dia sedang menunggu teman-temannya di sebuah mall dibilangan Jakarta Barat. Sejak saat itu mamanya tak lagi masuk dalam list of friends di facebook si adek.

Hal seperti ini takkan pernah terjadi padaku, Papa Mamaku tak punya account di facebook. Tapi setidaknya kesalahpahaman akibat sebuah comment di facebook-pun pernah terjadi. My Mom was being lebay … ;)

Mama disatu kesempatan mengeluhkan commentku atas sebuah foto kami berdua di facebook. Melalui facebook account milik adekku, mamaku mengakses foto-foto yang tersedia di halaman itu.

“Iya, jadi makin yakin ya kalo aku adalah anak kandungnya”, begitu kira-kira commentku yang terlontar sebagai jawaban atas penyataan salah seorang teman yang mengomentari kemiripan kami.

“Sejak kapan Novi meragukan kalau mama ini adalah mama kandungnya?” Mamaku mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tak masuk akal, ke Papa pun Adekku.

Tak ayal suamipun kena getahnya. Saking seringnya dia berkelakar ke Mamaku tentang kemungkinan tertukarnya bayi-bayi di rumah sakit, mengingat beberapa saat lalu penculikan bayi di rumah sakit yang cukup marak, yang mungkin juga terjadi padaku, Mamaku meradang.

Alih-alih menenangkanku yang cukup dibuat bingung mengatasi kesewotan Mama, suamiku malah melontarkan ide untuk melakukan test DNA. “Test DNA aja Dek, biar  makin yakin” Katchau dehhh.  Facebook oh facebook.

Welcoming a special guest

Wednesday, February 10th, 2010

On one fine Sunday morning, we had unexpected guest. Look how cute and adorable she is. My husband believes this cute little kitten was searching her queen, while our youngest sister thinks it’s a good sign for us.

Well… look at her eyes! Amazing!

img_9486.jpg

img_9490resized.jpg

img_9489resized.jpg

img_949resized.jpg

img_9492resized.jpg

Trouve Un Chemin Vers l'arc-en-ciel

Friday, February 5th, 2010

Angel of Death