<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Novi the Explorer &#187; Pictures</title>
	<atom:link href="http://novi.lv/category/pictures/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novi.lv</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 04:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>When in Rome</title>
		<link>http://novi.lv/2010/08/08/when-in-rome/</link>
		<comments>http://novi.lv/2010/08/08/when-in-rome/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Aug 2010 14:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Banyak jalan menuju Roma. Demikian ungkapan populer yang memang awalnya digunakan untuk menggambarkan paved roads di jaman kekaisaran Roma yang semuanya mengarah ke Roman Forum,tepat di depan Colosseum. Sayang Appian Way, paved road yang tersisa dari jaman itu, tak sempat dikunjungi. Itinerary yang padat membuat dua hari kami cukup penat. Setidaknya, kami sempat melempar koin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/08/spanish-steps-Piazza-Navona.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-554" title="spanish steps &amp; Piazza Navona" src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/08/spanish-steps-Piazza-Navona.jpg" alt="" width="492" height="634" /></a></p>
<p>Banyak jalan menuju Roma. Demikian ungkapan populer yang memang awalnya digunakan untuk menggambarkan <em>paved roads </em>di jaman kekaisaran Roma yang semuanya mengarah ke Roman Forum,tepat di depan Colosseum.</p>
<p>Sayang <strong>Appian Way</strong>, <em>paved road</em> yang tersisa dari jaman itu, tak sempat dikunjungi.<em> Itinerary</em> yang padat membuat dua hari kami cukup penat. Setidaknya, kami sempat melempar koin ke <strong>Trevi Fountain</strong> yang konon akan membuat kami kembali ke kota ini.  <em>Yes, someday we will.</em></p>
<p>Benar saja, baru tiga hari kembali ke Jakarta, pasangan hati sudah membuat rencana-rencana baru yang di dalamnya, kota Roma menjadi salah satu alternatif.</p>
<p><em>Ok let me share our itinerary </em>:</p>
<ol>
<li>Kami tinggal di Biara Suore San Giuseppe di Cluny. <em>They accept cash only</em>.  Tapi <em>reservation is      needed</em>. Cukup email ke casaprocura.cluny@tiscali.it. <em>Prompt reply will be      granted</em>. Kamar kami cukup sederhana tapi bersih. Suasana sepi dan tenang      rupanya membuat tidur kami cukup lelap.  Jarak dari Stasiun Termini ke <em>convent</em> cukup dekat, bus stop ke      empat dari rute bus 174, atau cukup 15 menit jalan kaki dari Stasiun      Termini.<em> Mini market, laundry, cafe and metro station are nearby</em>. Tinggal      di biara cukup menyenangkan. Partnerku mengganggap biara ini adalah tempat      menginap paling berkesan selama perjalanan kami ke eropa.</li>
<li><strong><span style="color: #000080;">Hari      pertama</span></strong>, <strong><span style="color: #ff0000;">pagi sekali </span></strong>kami      mengunjungi <strong>Colosseum</strong>, kami cukup berjalan kaki dari San Giuseppe Di Cluny,      setelah menembus taman, tampaklah Colosseum yang besar itu. Dengan Roma      Pass, kami terbebas dari antrian panjang menuju <em>entrance gate</em>.  <em>No additional cost</em>, cukup menunjukkan kartu tersebut, masuklah kami ke dalam Colosseum. Berikutnya <strong>Vatican Museum </strong>yang kami      jangkau dengan metro yang stasiunnya tepat diseberang Colosseum. Kami      turun di stasiun Metro Ottaviano, lalu mengikuti penunjuk arah. Tiba di      depan Vatican museum, antrian telah mengular. Beruntunglah kami yang telah      mengantongi tiket online. <em>During summer time, online ticket purchasing is      recommended. </em>Tanpa menunggu antrian, kamipun menyusuri lorong, menikmati      ruangan penuh lukisan fresco, koleksi sculpture dan koleksi2 lain yang      menarik. <strong>Sistine chappel </strong>dan <strong>Raphael room</strong> tak ketinggalan untuk dikunjungi.      Lebih dari 3 jam kunjungan kami ke museum ini, tentu tak kan cukup untuk mengeksplore semua.      Kami hanya memberi waktu lebih untuk koleksi-koleksi yang telah menjadi      incaran kami.</li>
<li><span style="color: #ff0000;"><strong>Sore itu</strong> </span>juga kami berjalan,      menyusuri tembok tinggi menuju <strong>Basilica St.Peter, </strong>yang berada tepat di      belakang museum. Waktu telah menunjukkan pukul 18.30 sore ketika kami      melangkahkan kaki memasuki Basilica st Peter. Sayang makam para santo yang      berada tepat di bawah Basilica St.Peter telah tertutup bagi pengunjung. Tapi kami akan kembali esok hari,      mengingat ini adalah tujuan utama kami. Melangkah memasuki Basilica, mata      kami disuguhi pemandangan elok, interior karya Giovanni Paolo Pannini.  Cukup satu jam kami menikmati kemegahan interior Basilica St Peter.  <strong><span style="color: #ff0000;">Menjelang malam, </span></strong> dengan Bus no 62 yang kami      naiki dari <em>bus stop </em>dibelakang <em>information center</em> di area basilica, kami      menuju <strong>Trevi Fountains </strong>untuk sekedar melempar koin 500-an rupiah sambil      menikmati gelato tiga rasa di bibir kolam. Tak jauh dari tempat itu, <strong>Spanish steps</strong> telah menanti kami. Beberapa imigran tampak menawari mawar, dengan tipu      muslihat yang sangat mudah dibaca. Kami yang level romantismenya jauh      dibawah bunga mawar, hanya tersenyum-senyum memperhatikan ulah      mereka.</li>
<li><strong><span style="color: #000080;">Hari kedua</span></strong>, sesuai rencana, kami kembali ke<strong> Bassilica St.Peter</strong>. Berdoa sesaat.  Lalu terdengar sayup-sayup rombongan      ibu-ibu, yang dari logat berbicaranya bisa kupastikan mereka dari      Surabaya. “Ngapain kita ndek sini?” “Mboh, ndak tau aku, wis lah ngikut      ae”, demikian percakapan ibu-ibu atas respon seorang guide yang menunjuk kearah      makam. ”Ini loh Bapak-bapak Ibu-ibu, makamnya Santo Petrus” kata sang      guide yang  tampak kurang<em> knowledgeable </em>dengan sejarah gereja. Guide pribadiku terlihat jauh lebih      menguasai. <em>Abango perfecto!</em> Hambar memang, kalau kita mengunjungi suatu tempat tanpa mengetahui kisah dibalik itu. Tujuan selanjutnya adalah memenuhi mimpi masa kecil partnerku, mengunjungi<strong> Capitoline Museum,</strong> hanya untuk sekedar berfoto dengan <strong>Romus dan Romulus</strong>. Lalu kamipun keluar dan berjalan ke arah kanan museum. Ternyata disinilah <em>the best panoramic view</em> untuk <em>Rome</em><em> Archaeological Sites. </em>Sebenarnya, dari atas Colosseum, area ini memang terlihat cukup dekat. Namun untuk sebuah foto yang unik, angle dari sisi Capitolini jauh lebih menarik, Roman Forum berada tepat di depanmu.<em> </em>Selepas<em> </em>Capitoline Museum, kami berjalan kaki menuju <strong>Pantheon</strong> dan lalu menyinggahi  <strong>Piazza Navona</strong> untuk sesaat. Rupanya disinilah akhir perjalanan kami di Roma, kereta menuju Florence telah menanti di Termini.</li>
</ol>
<p><a href="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/08/when-in-rome.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-555" title="when in rome" src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/08/when-in-rome.jpg" alt="" width="502" height="388" /></a></p>
<p><em>Useful tips:</em></p>
<ol>
<li>Leonardo Express, kereta dari Fiumicino ke Termini, adalah<em> the most convenient transfer </em>apabila kamu sampai di Roma pada sore hari. Setidaknya kereta ini akan menghindarkanmu dari riuhnya lalu lintas kota Roma. Namun<em> shuttle bus</em> menuju Piazza Cavour dan Termini juga tersedia, dengan  harga tiket 6 euro lebih murah dibandingkan dengan tiket kereta yang 14 euro per person.</li>
<li><a title="Roma Pass" href="http://www.romapass.it/p.aspx?l=en" target="_blank">Roma</a> pass cukup <em>value for money</em> untuk      digunakan selama tiga hari perjalanan di Roma. Kartu ini dapat digunakan untuk hampir semua <em>transportation network</em> di Roma, termasuk <em>free entry</em> untuk dua museum atau archaeological sites pilihanmu. Kami menggunakannya untuk masuk ke Colosseum dan Musei Capitolini</li>
<li>Memesan<a title="Tiket Onlline Vatican Museum" href="http://biglietteriamusei.vatican.va/musei/tickets/index.html" target="_blank"> tiket online untuk masuk ke      Vatican</a> sangat disarankan untuk menghindari antrian panjang yang cukup      melelahkan. Namun biaya pemesanan sebesar 4 euro per tiket akan dibebankan kepada kita</li>
<li>Restoran ”Hong Kong” disamping      Termini cukup <em>recommended</em>. Rasanya endang gurindang.</li>
<li><em>Take      away food would be less pricey</em>. Di beberapa <em>trattoria</em> atau <em>ristorante,</em> <em>service charge</em>, apabila      di rupiahkan, jatuhnya cukup mahal.</li>
</ol>
<p><em>Useful websites :</em></p>
<ol>
<li><a title="Europe for visitor" href="http://europeforvisitors.com/rome  " target="_blank">Europe for visitor</a>, web ini cukup ter<em>update </em>dengan tips tips      yang cukup relevan bagi <em>Europe visitor</em></li>
<li><a title="Atac Rome" href="http://www.atac.roma.it/index.asp?p=2" target="_blank">Atac website </a>. Halaman ini merupakan website resmi public transportation di kota roma,      rute metro dan bus dapat ditemukan disini. Memiliki gambaran kota Roma di kepala kita, <em>prior to the arrival in the city</em>, akan memudahkan kita mengeksplore Roma <em>in the limited time. </em></li>
<li><a title="Trenitalia" href="# http://www.trenitalia.com/cms/v/index.jsp?vgnextoid=ad1ce14114bc9110VgnVCM10000080a3e90aRCRD" target="_blank">Trenitalia. </a>Tidak perlu pesan kereta secara      online, kita bisa memesannya pada saat kita tiba di Termini. <em>But      it’s useful to check the departure time of the train to your next      destination city </em>. <em>I’m a planer person</em>, semua detail harus disiapkan sedini      mungkin.</li>
<li><a title="Santa Susanna" href="http://www.santasusanna.org/comingToRome/convents.html  " target="_blank">Website Santa Susanna </a>menyediakan info biara yang dibuka untuk umum.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2010/08/08/when-in-rome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paris at dusk</title>
		<link>http://novi.lv/2010/07/29/paris-at-dusk/</link>
		<comments>http://novi.lv/2010/07/29/paris-at-dusk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 09:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/07/Il-Mio-Bambino-resized.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-541" title="Il Mio Bambino resized" src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/07/Il-Mio-Bambino-resized-1024x791.jpg" alt="" width="482" height="370" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2010/07/29/paris-at-dusk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Welcoming a special guest</title>
		<link>http://novi.lv/2010/02/10/welcoming-a-special-guest/</link>
		<comments>http://novi.lv/2010/02/10/welcoming-a-special-guest/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 10:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2010/02/10/welcoming-a-special-guest/</guid>
		<description><![CDATA[On one fine Sunday morning, we had unexpected guest. Look how cute and adorable she is. My husband believes this cute little kitten was searching her queen, while our youngest sister thinks it&#8217;s a good sign for us. Well&#8230; look at her eyes! Amazing!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>On one fine Sunday morning, we had unexpected guest. Look how cute and adorable she is. My husband believes this cute little kitten was searching her queen, while our youngest sister thinks it&#8217;s a good sign for us.</p>
<p>Well&#8230; look at her eyes! Amazing!</p>
<p><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/img_9486.jpg" alt="img_9486.jpg" /></p>
<p><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/img_9490resized.jpg" alt="img_9490resized.jpg" /></p>
<p><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/img_9489resized.jpg" alt="img_9489resized.jpg" /></p>
<p><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/img_949resized.jpg" alt="img_949resized.jpg" /></p>
<p><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/img_9492resized.jpg" alt="img_9492resized.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2010/02/10/welcoming-a-special-guest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trouve Un Chemin Vers l&#039;arc-en-ciel</title>
		<link>http://novi.lv/2010/02/05/trouve-un-chemin-vers-larc-en-ciel/</link>
		<comments>http://novi.lv/2010/02/05/trouve-un-chemin-vers-larc-en-ciel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 09:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2010/02/05/trouve-un-chemin-vers-larc-en-ciel/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/angel-of-death.jpg" title="Angel of Death"><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2010/02/angel-of-death.jpg" alt="Angel of Death" width="971" height="363" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2010/02/05/trouve-un-chemin-vers-larc-en-ciel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suatu Hari di Wisma Giri</title>
		<link>http://novi.lv/2009/09/08/suatu-hari-di-wisma-giri/</link>
		<comments>http://novi.lv/2009/09/08/suatu-hari-di-wisma-giri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 10:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2009/09/08/suatu-hari-di-wisma-giri/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novi.lv/2009/09/08/suatu-hari-di-wisma-giri/wisma-giri-tretes/" rel="attachment wp-att-469" title="Wisma Giri Tretes"><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2009/09/img_4389resized1.jpg" alt="Wisma Giri Tretes" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2009/09/08/suatu-hari-di-wisma-giri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CiKaGo</title>
		<link>http://novi.lv/2008/12/09/cikago/</link>
		<comments>http://novi.lv/2008/12/09/cikago/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 09:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2008/12/09/cikago/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Serasa di Chicago&#8221;, ceuna partner. The truth is &#8230; this picture was taken in Cikago (Cikini &#8211; Kali Pasir &#8211; Gondangdia)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novi.lv/2008/12/09/cikago/cikago/" rel="attachment wp-att-444" title="CiKaGo"><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2008/12/mg_5342crop.jpg" alt="CiKaGo" /></a></p>
<p>&#8220;Serasa di Chicago&#8221;, ceuna partner.</p>
<p>The truth is &#8230; this picture was taken in Cikago (Cikini &#8211; Kali Pasir &#8211; Gondangdia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2008/12/09/cikago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pak Joko</title>
		<link>http://novi.lv/2008/11/06/selamat-jalan/</link>
		<comments>http://novi.lv/2008/11/06/selamat-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 03:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2008/11/06/selamat-jalan/</guid>
		<description><![CDATA[Ketenangan Pulau Karimun Jawa seolah terusik kala tubuh tak bernyawa itu memasuki bibir pulau. Aku yakin kemaren perairan Karimun Jawapun bergelora, tak kuasa menahan dukacita. Satu jiwa telah bergabung dalam damainya alam. Dia mungkin tak ingat aku, tapi siapakah yang pernah singgah di pulau kecil itu yang tidak mengenal nama besar bapak pemilik Wisma Apung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"> <a href="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2008/11/img_1062crop.jpg" title="Pak Gunawan’s Family &amp; Pak Joko"><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2008/11/img_1062crop.jpg" alt="Pak Gunawan’s Family &amp; Pak Joko" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Ketenangan Pulau Karimun Jawa seolah terusik kala tubuh tak bernyawa itu memasuki bibir pulau.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal">Aku yakin kemaren perairan Karimun Jawapun bergelora, tak kuasa menahan dukacita. Satu jiwa telah bergabung dalam damainya alam.</p>
<p class="MsoNormal">Dia mungkin tak ingat aku, tapi siapakah yang pernah singgah di pulau kecil itu yang tidak mengenal nama besar bapak pemilik Wisma Apung ini? Iya, Pak Joko Karimun Jawa. Seorang dengan tone jawa yang sangat kental, penuh senyum, sopan, rendah hati, sangat membantu, ntah apalagi yang bisa mendeskripsikan sosok yang sangat membumi dikalangan para backpacker Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal">Dua hari lalu, dia tertidur selamanya, demi sebuah perjalanan panjang menuju kekekalan. Selamat jalan Pak Joko.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>cat</strong>: Foto diatas kuambil dibawah teriknya siang, di atas papan-papan kayu penyanggah Wisma Apung.  Pak Joko  tampak di tengah-tengan keluarga Pak Gunawan.  Aku yang masih dilanda euphoria ketenangan malam di Karimun Jawa telah lupa mengembalikan  ISO speed ke posisi 100.  Tapi ini satu-satunya kenangan yang terekam bersama Pak Joko.</p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman'"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2008/11/06/selamat-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan</title>
		<link>http://novi.lv/2008/10/23/keindahan-2/</link>
		<comments>http://novi.lv/2008/10/23/keindahan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 11:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2008/10/23/keindahan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kakinya seolah ikut menapaki bukit itu bersama mereka. Dia ikut merasakan keindahan yang mereka serap, yang mereka nikmati walau sesaat, lalu mereka simpan selamanya. Memang, tak perlu berpikir lama untuk mencerna sebuah keindahan. Mereka menerimanya, apa adanya. Karena ini adalah anugerah bagi mata mereka.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2645000280044859871Ujhlxh"><img src="http://inlinethumb33.webshots.com/42720/2645000280044859871S600x600Q85.jpg" alt="Too Early" /></a></p>
<p>Kakinya seolah ikut menapaki bukit itu bersama mereka.<br />
Dia ikut merasakan keindahan yang mereka serap, yang mereka nikmati walau sesaat, lalu mereka simpan selamanya. Memang, tak perlu berpikir lama untuk mencerna sebuah keindahan. Mereka menerimanya, apa adanya. Karena ini adalah anugerah bagi mata mereka.<br />
<span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman'"><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2008/10/23/keindahan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andrian&#039;s View</title>
		<link>http://novi.lv/2008/10/07/andrians-view/</link>
		<comments>http://novi.lv/2008/10/07/andrians-view/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 11:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2008/10/07/andrians-view/</guid>
		<description><![CDATA[Di depan kami terbingkai sempurna lukisan indah karya Tuhan. Untuk pertama kali nya dalam satu bulan ini, kami rasakan otot-otot ketegangan kami mengendur. Inilah moment relaksasi, kala matahari sore menerpa muka kami, dan bias keemasan terpancar dari lautan yang tenang. Ekstasi berlebihan melanda kami, hati kami terasa &#8230; DAMAI. Note: The pic was taken from [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://novi.lv/2008/10/07/andrians-view/andrian-laarhovens-place/" rel="attachment wp-att-430" title="Andrian Laarhoven’s place"><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2008/10/img_3950resized.jpg" alt="Andrian Laarhoven’s place" /></a></p>
<p>Di depan kami terbingkai sempurna lukisan indah karya Tuhan. Untuk pertama kali nya dalam satu bulan ini, kami rasakan otot-otot ketegangan kami mengendur. Inilah moment relaksasi, kala matahari sore menerpa muka kami, dan bias keemasan terpancar dari lautan yang tenang. Ekstasi berlebihan melanda kami, hati kami terasa &#8230; DAMAI.</p>
<p>Note: The pic was taken from Bayview-gardens hotel, Labuhan Bajo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2008/10/07/andrians-view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>For You Who Shine</title>
		<link>http://novi.lv/2008/09/22/for-you-who-shine/</link>
		<comments>http://novi.lv/2008/09/22/for-you-who-shine/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 02:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Pictures]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novi.lv/2008/09/22/for-you-who-shine/</guid>
		<description><![CDATA[Angkasa tanpa pesan&#124; Merengkuh smakin dalam &#124; Berselimut debu waktu &#124; Ku menanti …cemas Kau datang dengan sederhana &#124; Satu bintang di langit kelam &#124; Sinarmu rimba pesona &#124; Dan kutahu tlah tersesat &#8230; *Teruslah bersinar dilangitku yang kelam &#8230; Malaikatku*]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2008/09/img_0598resized.jpg" title="SkyAboVe"><img src="http://vie.koen.cc/wp-content/uploads/2008/09/img_0598resized.jpg" alt="SkyAboVe" /></a><br />
Angkasa tanpa pesan| Merengkuh smakin dalam | Berselimut debu waktu | Ku menanti …cemas</p>
<p>Kau datang dengan sederhana | Satu bintang di langit kelam | Sinarmu rimba pesona | Dan kutahu tlah tersesat &#8230;</p>
<p>*Teruslah bersinar dilangitku yang kelam &#8230; Malaikatku*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novi.lv/2008/09/22/for-you-who-shine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

