Archive for the 'Uncategorized' Category


113861373435589810

Monday, January 30th, 2006

Untuk kamu …Happy B’day to you. It is your day … berbahagialah, …alam semesta bernyanyi untukmu, mataharipun tesenyum. Dunia di tanganmu hari ini.

113738759429951583

Monday, January 16th, 2006

Aku masih bercerita tentang dirinya. Sungut-sungutnya tentang kota ini menyadarkanku tentang perasaanya sebagai perempuan. Tiap sudut kota ini selalu mengingatkannya pada seseorang yang dikasihinya. Seseorang yang selamanya akan mendiami sisi hatinya. Hatinya lebur dan tiap puing-puingnya melekat satu kenangan manis dan pahit bersama kekasihnya.
Tiap sudut kota ini membuatnya mati suri. Bayangan kekasihnya tak kunjung lenyap. Kekasihnya hanya tersenyum melihatnya melebur dengan kedukaan.
Tiap sudut kota ini melukiskan kepedihan hatinya. Kekasihnya telah pergi.
Tiap sudut kota ini … adalah neraka yang memerangkapnya.

113712941977850891

Friday, January 13th, 2006

Aku sungguh bisa merasakan apa yang dirasakannya. Rasa kehilangan yang teramat sangat. Seolah-olah bagian terpenting dari tubuhmu harus dipotong. Kamu berdarah, banjir air mata. Dia telah mengantarkan orang yang paling dikasihinya, ke gerbang akhir. Tanpa kata-kata pun air mata. Aku tahu hatinya lebur dalam kedukaan yang mendalam. Air matanya mengering, menjadi kerak-kerak yang mengotori apapun yang dijatuhinya. Bukan perpisahan yang disesalinya, kehilangan orang yang dikasihinya takkan menyisakan kepedihan yang berlarut-larut. Namun kehilangan saat-saat dimana semua pesan seharusnya telah tersampaikan, menyesakkan dadanya.

Aku sungguh bisa merasakan apa yang dirasakannya. Lalu pelan-pelan aku berbisik, hidup tidak berhenti pada satu titik. Menyesali hidup hanya menyisakan kesia-siaan. Jangan bertepuk sebelah tangan. Kejar mimpimu dan hidupilah hidupmu. Kuburkan dia ditempat dimana kau menemukannya. Ya … di dalam hatimu. Biarlah dia tenang di sana.

Aku sungguh bisa merasakan apa yang dirasakannya. Dia hanya diam. Buminya berputar, pun kepalanya.

113646411806371277

Thursday, January 5th, 2006

Ketika kau menghadapi persoalan yang rumit, serumit sel-sel di otakmu, sangatlah mudah menimpakan semua kesalahan kepada Tuhan. Kau akan berkata ?Dari sekian milyar orang yang Kau ciptakan, kenapa harus aku yang menanggung beban permasalahan ini?. Sangat mudah bagiku untuk saat ini berputus asa, dan mengambil jalan pintas seperti itu. Aku cuma manusia kecil, dan aku tak sanggup. Tapi aku selalu ingat cerita Pak St John, ketika Mahasiswa Kristen se-UK mengadakan retreat di Cave?n Lea. Ketika pikiran negatifmu berkuasa, kau akan berpikir untuk menimpakan semua masalah itu ke Tuhan dan lalu menyesal kenapa semua itu harus terjadi padamu. Tapi selalu ada pikiran positif yang akan memberikan alternatif yang lebih menenangkan jiwamu, lalu membuatmu bersyukur dibalik semua masalah yang menimpamu. Bersyukur bahwa semua masalah itu boleh kau hadapi dan membuatmu lebih dewasa. Kamu belajar tentang hidup ketika kamu menghadapi masalah.
Ketika Pak St. John mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menjalani operasi, dia bersyukur bahwa masih ada dokter-dokter yang bisa menolong dia. Dia tidak memilih untuk berpikir, kenapa dia harus ditugaskan ke Indonesia sehingga dia harus mengalami kecelakaan ini. Pun ketika aku harus mengalami masalah yang berat, aku tidak menyesal bahwa masalah itu menimpaku, aku bersyukur Tuhan masih menemaniku.

113573255363479484

Wednesday, December 28th, 2005

Melewati jalan-jalan yang penuh sesak dengan kesibukan pagi kota Jakarta, aku memulai lagi ‘Rispondimi’. Aku suka tokoh ‘aku’ yang selalu dihidupkan dalam buku-buku Susanna Tamaro. Tokoh aku disini adalah Rosa… dan lalu sampailah Rosa pada kata CINTA. Dia tidak sedang bermain dengan kata-kata tapi hatinya telah menuntunnya untuk bertanya-tanya tentang cinta. Apakah cinta benar-benar ada? Dalam bentuk apakah cinta menyatakan diri? Cinta hanyalah kata seperti meja, jendela, lentera. Kala dia kecil, dia percaya cinta sama halnya dengan peri yang selalu dicarinya dicelah-celah kayu dan di balik tudung jamur. Sesaat aku menutup buku ini. Dadaku sesak, ingin meledak. Lalu terbaca olehku beberapa baris kata di cover belakang buku ini. ?Orang yang mencintai menanggung risiko lebih besar, dan sering harus membayar harga yang lebih tinggi?. Tiba-tiba saja aku ingat sahabatku yang sering mencekokiku dengan konsep ?mencintai adalah memberi dan memberi?. Entah kenapa, aku dalam hatiku, membenarkannya. Saat itu aku tersadar bahwa aku sedang belajar, belajar tentang hidup, belajar tentang kepedihan dan belajar untuk menjadi bahagia. Aku berpikir bahwa Tuhan mengirimnya untuk menjadi malaikat penolongku. Dan suatu keajaiban kecilpun terjadi. Disaat yang sama, ketika aku berpikir tentang hal itu, sebuah pesan pendek kuterima. Sahabatku bercerita tentang malaikat penolong. How great Thou art.

Small Miracle

Thursday, December 22nd, 2005

Dan hatimupun gundah kala keinginan tak kunjung berwujud. Semua lenyap dalam ketiadaan. Namun… percayakah kamu bahwa Tuhanmu itu baik, tak sekalipun dia membiarkanmu merangkak karena kedua kakimu yang tak lagi kuat membawa beban tubuhmu. Dia akan menggendongmu, dan membuatmu tersenyum lebar. Membuat saat saat kejatuhanmu menjadi moment magis. Keindahan-keindahan kecil dalam hidupmu adalah KEAJAIBAN. Dan keajaiban itu bisa menghampirimu kapan saja. Disini aku ingin berbagi, bahwa menerima hal-hal kecil dalam hidup kita membuat kita bahagia.

Senin kemaren ditengah-tengah kesibukanku, aku menyempatkan diri ke kantor pos, mengirimkan beberapa syal made in Korea, kaos dan souvenir made in China yang kubeli di Washington kepada Ortuku. Tak ada rencana apapun dalam benakku saat itu, apalagi mengingat bahwa tiga hari setelah itu - tepatnya hari ini – adalah hari ibu. Kepalaku yang penuh dengan schedule dan hal yang meruwetkan sel-sel otakku tak lagi bisa menampung informasi bahwa hari itu adalah tanggal 19 Desember 2005. Hari ini Mama sms aku, Mama senang karena bertepatan dengan hari ibu, mama memperoleh kejutan dariku. Aku tersenyum hari ini, bukan karena kebetulan-kebetulan agung yang boleh aku alami, tapi lebih karena aku masih bisa merasakan hangat sentuhanNya yang telah membesarkan hatiku, membangun reruntuhan hati yang berserakan. Lewat Mama anugrah Tuhan mengalir tiada henti.

In memory …

Wednesday, November 23rd, 2005

In memory, love lives forever …

Dia sedang merendaku

Tuesday, November 22nd, 2005

Apa yang kau alami kini
Mungkin tak dapat engkau mengerti
Cobaan yang engkau alami
Tak melebihi kekuatanmu

Tuhanmu tak akan memberi
Ular beracun pada yang minta roti
Satu hal tanamkan di hati
Indah semua yang Tuhan bri …

Dulu aku suka menyanyikan lagu ini untuk mereka yang sedang kuhibur, namun akhir-akhir ini aku lebih suka menghibur diriku sendiri, bahwa Tuhan takkan memberikan ular beracun pada mereka yang meminta roti, bahwa Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia … hingga saatnya nanti.

Iblis dan kebaikan

Monday, October 3rd, 2005

Demi sebuah kebaikan, Iblis telah berkuasa. Supaya kebaikan dapat tumbuh berdasarkan ketulusan. Tatkala si Baik bersemi, jahat akan selalu ada di sisi kiriku menjadi penyeimbang, tapi hatikulah yang akan memilih, dan membiarkannya berkuasa atas kepalaku, hingga keinginan kepala terkalahkan oleh nurani. Hidup perlu berkorban … demi sebuah kebaikan.

112165575078985985

Monday, July 18th, 2005

I’m just incapable little creature who got nothing in this world but His love. For His grace I breathe and live my life.