4681382

Konon hari ini adalah Hari Anak Nasional, anak mudah menyerap dari apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Kudengar kemaren ada dua bom meledak di Jakarta, satu lagi meledak hari ini di daerah Menteng, lantas pertikaian-pertikaian separatis pun politik tak kunjung usai, tak sadarkah kalau semua itu meciptakan trauma buat mereka,tak adakah contoh yang lebih baik yang bisa kita berikan untuk mereka? Atmosfer yang tak lagi kondusif untuk mereka berkembang dengan baik, bersyukurlah aku, aku tumbuh dalam damai dan cinta, selalu kuharapkan hal serupa berlaku pada mereka.

4677949

Sejarah kembali berulang, dekrit keluar sudah. Namun masih belum kurasakan dampaknya hari ini, kecuali didepan TV jadi penuh dengan orang-orang, celetuk sana-sini, “Wah Gus Dur disuruh mundur, Jatim merdeka dong Nov ? pulang kampung gih, sebelum ditolak jadi warga Jawa Timur!”

4635655

Tak lagi kupusingkan Sejarah Tuhan untuk saat ini, sedang kupikirkan Sejarah Nasional yang mungkin akan terulang kembali hari ini pukul 18.00 WIB, ada apakah dengan dekrit, bagaimanakah rasanya dekrit ? Maniskah, pedaskah, atau pahitkah? Aku masih berharap dekrit nanti tak pernah terjadi.

4635208

Kalau dalam kitab suci tertulis “Pada mulanya Tuhan menciptakan manusia…” tapi dalam buku Sejarah Tuhan ini tertulis “Pada mulanya manusia menciptakan tuhan…”
Pikiran manusia seringkali berusaha menjangkau hal-hal yang jauh, bak memindahkan isi lautan kedalam kolam kecil. Tak heran pula orang seperti Sartre mengungkapkan bahwa eksistensi mendahului esensi, berawal dari pendapatnya tentang ketiadaan Tuhan, dia ambil kesimpulan ini. Dan itulah ciri khas manusia, kalau cemara dan kucing hidup, tumbuh dan berkembang mengikuti esensinya, manusia sebalinya, dia hidup (ada) lalu menciptakan nilai (esensi) itu. Jadi manusia menciptakan tuhan ?

4556383

Seringkali aku susah memilih antara dua hal yang sama pentingnya dalam hidupku, seperti kemaren, apakah aku ikut team volley dan pergi ke Jakarta atau aku akan berdiam diri di Bandung menikmati saat-saat terakhir di kota ini. Dua pilihan yang sama berharganya untukku. Ini tentu hal yang lumrah terjadi dalam hidup manusia. Sartre pernah mengatakan bahwa keputusan bebas yang menciptakan nilai-nilai. Tak ada nilai yang mendahului keputusan manusia. Pertamanya aku sempat bingung, lantas selanjutnya Sartre menceritakan tentang seorang pemuda yang meminta nasihatnya untuk menentukan pilihan, tetap tinggal bersama ibunya atau melarikan diri ke Inggris dan masuk pasukan de Gaulle, rupanya kedua hal tersebut sama bernilainya bagi pemuda ini, susah baginya untuk menentukan mana yang lebih bernilai. Dan ternyata, apa yang bernilai itu ditentukan dalam keputusannya kelak, jadi keputusanlah yang menciptakan nilai-nilai.

4434781

Kemaren Rien (cewek yang diwebsite ini juga) dan GIN teramat sangat berbahagia dalam hari pernikahan mereka, Rien tidak menikah dengan GIN tapi dengan pasangan masing-masing. Dua-duanya menikah dalam saat yang bersamaan hingga aku harus memilih satu diantaranya, akhirnya aku memilih untuk pergi ke Tegal. Perjalanan ke Tegal sedikit menyusahkan kami berdelapan, gara-gara pihak rental mobil yang mendadak membatalkan perjanjian karena mobilnya sedang tidak berada di Bandung, sungguh tidak profesional. Jam 11.55 malam kami akhirnya menuju terminal Cicaheum menunggu bus disana, dingin, ngantuk, capek, jengkel bercampur aduk, hanya bus ekonomi yang tersisa dan itupun harus berebut, akhirnya bus yang kami nanti muncul pukul 01.25. Badanku sama sekali tak bisa bergerak, apalagi kakiku, tapi semua serasa buyar pas kami melihat Rien berbahagia disamping Mas Giat. Selamat berbahagia dan selamat menepuh hidup baru Rien, GIN

4434672

Genap empat tahun melemahnya rupiah terhadap dollar AS yang juga merupakan awal krisis ekonomi yang berkepanjangan di negara Indonesia tercinta. Masih jelas sekali di benakku, waktu itu aku ingin sekali membeli kamera dari sebuah dealer resmi, yang akhirnya kutunda karena mereka bilang harga sedang tidak stabil.
Sementara krisis ekonomi di negara-negara tetangga telah usai, di negara kita rupanya mereka betah sekali. Bahkan krisis ekonomi semester pertama yang tak juga usai telah menulari terhadap lahirnya krisis-krisis yang lain, krisis politik misalnya, bahkan krisis PD(percaya diri)pun ikutan berjangkit (terutama menjangkiti para anggota DPR, yang gak PD kalo baju mereka tak dicuci pake mesin cuci, that’s why …konon beberapa saat lalu mereka meminta dana pengadaan mesin cuci).
Rupiah yang saat itu sekitar Rp 2.400 per $ 1 telah menjadi Rp 5.500 pada akhir tahun, sebulan setelah itu sistem nilai rupiah tak lagi dikendalikan pemerintah. Dan begitulah akhirnya seperti yang kita lihat dan rasakan sekarang, rupiah semakin melemah, dan satu lagi dampak negatif yang kita terima, kita menjadi bulan-bulanan IMF.