Hunting setelah meeting

MD Chiang Mai

Aku tau seorang teman akan menelponku setelah kuposting gambar ini. Btw, aku tidak sedang beriklan koq Say…, pantang bagiku mengkomersialisasi teman. Kecuali kepepet 😉

Foto ini diambil setelah meeting seharian disebuah hotel berbintang. Kami sengaja escape dari dinner yang telah diarrange untuk sekedar menikmati suasana kota di waktu malam.

Angels

Aku pernah mempercayai bahwa hanya ada seseorang yang akan menjadi malaikat penolongku, hingga akhirnya aku menyadari bahwa aku keliru.

Ketika membahas “The Valkyries” dengan seorang teman yang juga penikmat karya Paulo Coelho, kami sepakat bahwa kami tidak memerlukan penggambaran visual tentang jenis makluk ini. Ketika aku kecil, penggambaran visualku atas malaikat setidaknya mirip dengan yg dimiliki Chris – istri Paulo dalam buku “The Valkyries”- bersayap dan berbaju putih. Btw, buku ini milik seorang teman yang berbaik hati meminjamiku karena dia tak punya cukup banyak waktu untuk membaca buku-buku semacam ini.

Malaikatku bisa jadi seperti Valhalla – di buku itu nama Valhalla bukanlah suatu tempat sebagaimana dikisahkan dalam mitologi Skandinavia namun dialah Sang Valkyri – manusia biasa dan kasat mata.

“Angels are visible to those who accept the light. And break the pact with the darkness” demikian ungkap Valhalla. I know Bro you don’t like it (“,).

Well angel is in any body’s heart. Bagiku dia ada di hati Steve, Luki, Beni, Putut, K’Maria, M’Ninda, M’Han, M’Nova, Graha… and perhaps of yours too. Malaikatmu pun tidak diam di satu hati. Mereka menjelma menjadi lelaki dan wanita tua yang mengasuhmu dengan tulus. Mereka menjelma menjadi pasangan hidupmu yang tanpa butuh alasan apapun akan setia mendampingimu. Mereka menjelma menjadi bayi-bayi mungil yang menganugerahimu semangat baru dengan memanggilmu mama atau papa. Dan mereka juga menjelma menjadi orang-orang disekitarmu yang membasuh hatimu dengan senyuman. But … one thing you have to know, YOU’RE AN ANGEL TOO.

Bunch of Silence

I stood up on the treeless soil. It was early in the morning, the sky was clear, the world was still quiet.  Outside was the ocean, the immense, packed of surface …
In front of me, sat an old skeletal man, fell into his wretchedness.
… all I know,  my silence was complete.

Amaro senza te …

Ma limpido è il mattino
tra i campi un gran mulino
lì è nato il mio destino
amaro senza te…
amaro senza te.

Gerhana Pagi tadi

maanverduistering.jpg

Hanya jika aku berada dibelahan dunia lain, pemandangan ini akan sangat aku nikmati. Papaku tau betul anak perempuannya yang satu ini pengagum benda-benda langit, sehingga kalau beliau punya informasi terkini tentang fenomena apapun yang akan terjadi, akulah yang pertama akan dikirimi kabar. Malangnya langit pagi tadi sedang bersahabat akrab dengan awan, mereka berpelukan sehingga menutupi bulan dari mataku. Thx untuk Mr Schaat yang mengiriku foto sesaat menjelang gerhananya ini. Dengan Canon 350 D dan lensa 70-200 mm F2.8 EX HSM tentu hasilnya akan lebih bagus ya Mister :).

Original Sin

Dari pada mempertentangkan tentang aturan arbitrer yang tidak memiliki landasan hukum seperti larangan untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, aku lebih suka membahas hal-hal yang menentramkan hati.

Dari pada mengiyakan ide Mari, pengacara kota Ljubjana yang juga lulusan RS jiwa Villete, yang hendak menuntut Tuhan karena telah melakukan kelalaian administratif dengan menumbuhkan pohon ditempat yang tidak tepat dan tidak mencantumkan papan peringatan pun memagarinya sehingga membahayakan bagi siapa saja, aku lebih memilih versi kisah original sin yang secara turun temurun disampaikan dikalangan suku-suku yang meninggali padang gurun Morroco.

Begini kisahnya:

Kala Hawa berjalan di taman, Sang Ular menawarinya :”Makanlah Apel ini!”

Hawa yang mengetahui pasti instruksi Tuhan, menolaknya

“Makanlah Apel ini”, Sang Ular terus mendesak. “Kau harus memakannya, agar kau tampak lebih cantik dihadapan suamimu”.

“Dia tidak memiliki wanita lain selain diriku”, sekali lagi Hawa menolak.

Sambil tertawa, Sang Ular berkata :” Tentu saja kau salah, dia memiliki wanita lain.”

Dan tatkala Hawa terus melakukan penolakan, Sang Ular berhasil membawanya kesebuah sumur tua diatas bukit.

“Adam menyembunyikannya di dalam sana, lihatlah ke bawah!”

Hawa menyandarkan separuh tubuhnya di bibir sumur dan wajahnya segera terefleksikan oleh air yang berkilau-kilau. Dilihatnyalah wajah wanita cantik didasar sumur itu. Dan dengan segera, Hawa pun meraih apel dan memakannya.

Konon masih menurut kisah turun temurun ini, surga akan diperjanjikan bagi mereka yang mampu mengenali refleksi dari dirinya sendiri dan yang tak memiliki ketakutan atas apapun yang dipercayainya.

Sebuah Kutipan

… dan bagiku kamu adalah hukuman atas tindakanku dimasa laluku, bukan kedamaian seperti yang diperjanjikan oleh malaikat bersayap putih itu. Karenanya, sedapat mungkin aku menjauhimu. Agar kiranya hukuman itu berlalu dari padaku.

Ibu-Ibu Membangun Negeri

ORI 2 segera datang lagi, kira-kira begitu pesan yang ingin kami sampaikan sebagai tim marketing. ORI merupakan pilihan investasi tepat bagi mereka yang takut risiko atau bagi mereka yang ingin menempatkan dananya secara aman.

Dalam reserach-nya, Bu Ade, seorang Dosen Paska Sarjana USU sekaligus teman diskusi yang asik, menargetkan ibu-ibu rumah tangga di Medan sebagai membeli municipal bond karena domestic consumption yang tinggi. Salah satu kesimpulan beliau kira-kira begini, bahwa pembelajaran agar para ibu rumah tangga melek secara financial perlu digalakkan.

Ibu-ibu rumah tangga, biasanya akan menghitung kebutuhan konsumsi bulanannya terlebih dahulu dan menutupnya dengan pendapatan tetap. Kemudian kebutuhan diluar itu termasuk kebutuhan investasi mulai dihitung. Dengan sisa uang yang mereka miliki dan yang akan mereka miliki, mereka mulai mencari instrumen yang pas untuk membuat uang itu bekerja untuk mereka. Dengan tujuan dan waktu yang jelas instrumen investasi dapat ditentukan. 

Kalau ingin memperoleh hasil yang lebih besar, bermainlah di pasar modal atau pasar uang. Tapi terjun kesini perlu pengetahuan dan kesiapan, soalnya resikonya besar juga. Kalau rugi bikin sakit perut berhari-hari. Yang sedikit agak aman, reksa dana, pengetahuan tentang pasar tidak perlu ditonjolkan, sudah ada Fund Manager yang siap membantu. Tapi tentu saja kita perlu aware bahwa reksa danapun ada resikonya. Kalau tak mau banyak risiko, ambillah Reksa Dana terproteksi.

Tapi ada instrumen yang jauh lebih aman … OBLIGASI RITEL INDONESIA. Kenapa membeli Obligasi Ritel ?

  • Pembayaran kupon dan pokoknya dijamin oleh UU Surat Utang Negara, jadi kemungkinan tidak dibayarnya kupon dan pokok sangat mustahil
  • Kupon dibayarkan setiap bulan secara tepat waktu, dengan tingkat bunga yang tetap. Pembeli ORI tahun lalu boleh tersenyum lebar melihat suku bunga di pasar yg cenderung turun sedangkan ORI yang mereka hasilkan hingga dua tahun kedepan telah di patok pada suku bunga 12.05% P.a     
  • ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tidak demikian halnya dengan Deposito ataupun reksadana terproteksi. Jadi setiap saat bila ada investor yang berminat membeli ORI yang kita miliki dengan harga lebih tinggi, kita bisa melepasnya. Jangan lupa memperhitungkan biaya transaksinya terlebih dahulu. Kesimpulannya ORI memiliki potensi untuk memperoleh capital gain, yang tidak dimiliki oleh Deposito.

Masih ada beberapa keuntungan lain, tapi pada intinya berinvestasi di ORI, MENGUNTUNGKAN dan AMAN. Lalu bagaimana dengan para Ibu Rumah Tangga?   Mereka bisa ikut membangun negeri ini dengan berinvestasi di ORI, dengan mengurangi konsumsi domestik mereka untuk berinvestasi di ORI atau sekedar mengalihkan instrumen investasi mereka ke ORI.    

So tahun ini ada tiga kali kesempatan membeli ORI di pasar perdana, karena rencananya Depkeu akan kembali menerbitkan ORI, masing-masing pada bulan Maret, Juni dan November (tentative).